Tags

, , ,

situasi pengantrian di klinik dokter gigi swasta di daerah bandung timur.

Pasien 1 perempuan 30-an : mas mendesak, mendesak ga?
pasien 2 laki-laki 26: ada apa? (sontak bangun dari lamunannya)
pasien 1: bisa tukeran gak, mendesak ga, soalnya meninggalkan bayi dirumah
pasien 2: tidak bisa (tegas dengan keadaan tersadar), tidak bisa bu maaf.
pasien 1: tidak bisa ya soalnya sya meninggalkan bayi dirumah.(berlalu dengan muka asam seperti jeruk nipis yang dimakan bulat2)
pasien 2: tidak bisa (pengulangan yang seperti perkataan diatas, mimik muka yang sinis menertawakan sifat ibu itu, “kalau mendesakmah saya gak akan datang ke sini bu mau ketambal ban sajah” dari awal tanda kutip ini tambahan penulis saja)

Keterangan
durasi hanya berlangsung 20-30 detik bahkan kurang

dari ilustrasi yang 100% kisah nyata, sering dialami semua orang indonesia, macet pagi hari konflik antara angkot , kendaraan pribadi dan motor. rebutan hal sepele dan menjadi kebiasaan orang kita.

oh ya: sambil menulis catatan ini dari musik player ku mengalun, Regina Spector, ama India Arie (sok atuh mangga disurakan)

Advertisement